Pola makan harus diperhatikan bagi penyandang diabetes untuk mencegah timbulnya komplikasi . Pola makan sebaiknya diatur sedemikian rupa untuk menjaga agar kadar gula darah dalam kondisi senormal mungkin. Menurut dr. Hepi Hapsari, M.Gizi, konselor gizi dan educator diabetes RS Premier Bintaro menjelaskan bahwa prinsip pengaturan kebutuhan nutrisi pada penyandang diabetes hampir sama dengan kebutuhan nutrisi pada individu yang sehat, yaitu asupan nutrisi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori tubuh. Berikut ini jenis makanan dan komposisi yang dianjurkan bagi penyandang diabetes.
Lemak; Disarankan asupan lemak sekitar 20-25 persen dari total kalori harian dengan lemak jenuh sebaiknya tidak lebih dari 7 persen. Santan, dan olahannya, susu penuh (whole milk), daging berlemak dan lain lain itu merupakan contoh-contoh lemak jenuh. Perlu dihindari pula lemak trans yang terdapat pada makanan kemasan dan olahan. Asupan kolestrol dianjurkan tak lebih dari 200 mg perharinya. Sebaiknya dipantang asupan kolestrol dari cumi-cumi, otak sapi, kuning telur ayam, serta telur burung puyuh karena kandungan kolestrolnya lebih besar dari 1000 mg/10 gr.
Karbohidrat; Karbohidrat atau hidrat arang bagi diabetisi dianjurkan sebesar 45-60 persen total kalori harian dan diutamakan yang berserat tingi. Karbohidrat sederhana yang trdapat pada makanan polahan seprti jajanan pasar, biscuit, sirop, permen, roti manis dan sebagainya itu perlu dihindari.Diperbolehkan gula dalam bumbu sehingga penyandang diabetes dapat makan sama dengan keluarga yang lain. Dapat digunakan pula pemanis alternatif sebagai pengganti gula asal tidak melewati batas aman konsumsi harian.
Serat; Asupan yang dinajurkan bagi diabetisi adlan sebesar 25-30 gr perhari. Serat yang berasal dari kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, serta sumber karbohidrat tinggi serat karena mengandung mineral, vitamin, serat dan bahan-bahan lain yang bermanfaat bagi tubuh.
Protein; 10-20 persen dari total kalori harian kebutuhan protein bagi diabetisi. Daging tanpa lemak, seafood, susu rendah lemak, ayam tanpa kulit, dan protein nabati merupakan sumber protein yang disarankan bagi diabetisi. Pada penderita diabetes dengan penurunan fungsi ginjal, perlu penurunan asupan protein menjadi 0,6-0,8 gr/kgBB/hr atau 10 persen dari kebutuhan energi. Dimana, 65 persen berupa protein dengan nilai biologi tinggi yang bisa didapatkan pada protein hewani.
Natrium; Diabetisi harus cermat mambaca label komposisi nutrisi makanan dan minuman. Natrium banyak ditemukan pada garam dapur, soda, penyedap rasa, dan bahan makanan yang diawetkan dengan dengan natrium nitrit dan natrium benzoate. Asupan natrium yang dianjurkan bagi diabetisi sama dengan bagi individu biasa. Yaitu kurang dari 3.000 mg/hari atau kurang dari satu sendok teh garam dapur. Bagi penyandang diabetes yang hipertensi asupan nutrisi sebaiknya kurang dari 2400 mg/hari.
Pemanis alternatif; Pemanis alternatif itu ada pemanis berkalori dan pemanis tidak berkalori. Gula fruktosa dan alkohol itu termasuk pemanis berkalori. Fruktosa sangat tidak dianjurkan karena efek sampingnya pada lemak darah. Pemanis yang tidak berkalori yang masih dapat digunakan adalah sakarin, aspartame, acesulfame potassium, neotame, maupun yang terbuat dari tumbuhan stevia. Sepanjang tidak melebihi batas aman, pemanis alternative aman digunakan.
Demikianlah penjelasan mengenai jenis dan komposisi makanan yang dianjurkan bagi diabetisi. Penyandang diabetes harus selalu mengupayakan agar kadar gula darah dalam kondisi senormal mungkin. Dan hal tersebut dapat tercapai melalui trias pengobatan yaitu, exercise, diet, dan obat. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat.